Cinta terakhir

Jauh diujung sana, kulihat setitik cerah sinar berbentuk pelangi penuh warna

Nan indah melengkung melambangkan cerianya hidup yang penuh warna

Semakin kuberjalan ingin menggapai sebuncah kebahagiaan itu

Semakin pelangi itu bergerak menjauhiku seolah ia bukanlah untukku

Dibalik riang tawa, haruskah kusimpan sedih dan lara hatiku

Kutahu pelangi itu akan selalu bergerak menjauh,

Namun jalan itu tetap kutempuh

Seolah aku merasa bahwa suatu saat nanti pelangi itu akan berada dalam genggamanku

Perasaan itu,….perasaan sedih dan putus asaku itu,

Perasaan melihatmu dikala akan berpisah denganmu,

Semakin kuingin melihatmu, semakin kuingin menggapaimu

Semakin kau berjalan menjauhi diriku

Mengapa tak dapat kutahan saja dan berlari

Mengapa tak bisa kulihat sekelilingku dan melupakanmu

Perasaan ini sudah tak dapat kupendam lagi

Rasa sakit setiap saat mendengar suaramu, melihatmu.

Aku disini mengingat dirimu, menangis tanpa air mata

Bagai bintang tak bersinar, redup tanpa cahaya

Habis sudah perasaanku kau bawa pergi

Cintaku yang terakhir kupersembahkan hanya untuk dirimu seorang

Image0033

One Response to “Cinta terakhir”

  1. surya oii Says:

    kadang yang berlalu jelas terasa
    masih teringat walau pedih..

    namun itulah bagian yang perlu kau jalani tuk mengetahui seberapa besar dirimu,
    seberapa sanggup kau jalani kehidupan ini
    biarkan dia melewati masa itu

    Dan yakinlah
    akan dirimu
    bahwa kau mampu tanpa kesedihan,
    karena kau tegar…

Leave a Reply