Sebuah Penantian yang tak pernah Usai
pernahkah terasa bagaimana waktu berjalan begitu lama dan begitu sama?
aku merasakan hal itu pada sebuah penantianku sekarang….
kubuat perjanjian yang paling tolol namun yang paling penting dalam hidupku
kutahu apa jawaban dari penantianku ini, tetapi,…dasar manusia,
manusia bodoh yang tak dapat berbuat hal lain kecuali mendengarkan kata nurani hati
tuk tetap terus menunggu sebuah penantian yang mungkin akan tak pernah usai…
seringkali kudapati diriku bertanya pada diri sendiri,
mengapa ku mencintainya, mengapa kumenantikannya walau kutahu tiada ada ujung…
seberharga itukah bongkah cintaku padanya?
kepingan harga diriku yang kini tercerai berai dihadapanku….
ingin rasanya kubunuh perasaan ini sampai mati, dingin tiada rasa, gelap tiada cerah dan warna.
wahai wanita, janganlah kau menjadi manusia bodoh, penantianmu tiada ada ujung….hanya akan ada goa-goa menuju penderitaan

June 22nd, 2005 at 12:57 am
asa kan berujung pada penantian..
kita berhak tuk mencinta dan dicinta
karena itulah kita dilahirkan
namun penantian yang tiada akhir, kan menjelaskan garis kepastian agar segera berlalu
dan menanti tuk perubahan baru
penantianmu masih menunggu tuk kau beri pada bintang-bintang yang bersinar disana
carilah dia yang benar-benar bersinar
yang menunggumu dengan hatinya
akan penantianmu..