Sebuah Penantian yang tak pernah Usai

pernahkah terasa bagaimana waktu berjalan begitu lama dan begitu sama?
aku merasakan hal itu pada sebuah penantianku sekarang….Att000362_2
kubuat perjanjian yang paling tolol namun yang paling penting dalam hidupku
kutahu apa jawaban dari penantianku ini, tetapi,…dasar manusia,
manusia bodoh yang tak dapat berbuat hal lain kecuali mendengarkan kata nurani hati
tuk tetap terus menunggu sebuah penantian yang mungkin akan tak pernah usai…

Image0011

seringkali kudapati diriku bertanya pada diri sendiri,
mengapa ku mencintainya, mengapa kumenantikannya walau kutahu tiada ada ujung…
seberharga itukah bongkah cintaku padanya?
kepingan harga diriku yang kini tercerai berai dihadapanku….

ingin rasanya kubunuh perasaan ini sampai mati, dingin tiada rasa, gelap tiada cerah dan warna.

wahai wanita, janganlah kau menjadi manusia bodoh, penantianmu tiada ada ujung….hanya akan ada goa-goa menuju penderitaan

One Response to “Sebuah Penantian yang tak pernah Usai”

  1. surya oii Says:

    asa kan berujung pada penantian..

    kita berhak tuk mencinta dan dicinta
    karena itulah kita dilahirkan
    namun penantian yang tiada akhir, kan menjelaskan garis kepastian agar segera berlalu
    dan menanti tuk perubahan baru

    penantianmu masih menunggu tuk kau beri pada bintang-bintang yang bersinar disana

    carilah dia yang benar-benar bersinar
    yang menunggumu dengan hatinya
    akan penantianmu..

Leave a Reply