Archive for July, 2005

Puisi Gie

Saturday, July 16th, 2005

CsdPuisi ini yang gue mention di Blog gue sebelumnya, "Soe Hok Gie"  gue kutip dari buku Catatan Seorang Demonstran, Gie nulis ini poem di buku hariannya tanggal 17 November 1969, kurang 1 hari sebulan sebelum Gie meninggal….so here it goes…. :D

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendala Wangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

Bentuk Hati

Thursday, July 14th, 2005

bunga bermekaran, suara burung berkicau

dentingan gemuruh yang ribut menandakan hidup

tiada yang pernah memasuki ruang hati seperti kau

setiap waktu, selalu kubisikkan, inilah hatiku

daun berguguran, waktu bergulir, seiring jejak kakiku bergetar

musim berganti, tiada rasa waktu berjalan begitu cepat

sambil tersenyum kau katakan aku dihatimu

kutatap sekelilingku, kusadari aku bahkan tak pernah memasuki hatimu

akan ada datangnya waktu, dimana tiada kau, tiada aku

tiada kita…

sayangku.

waktuku telah datang

malaikatku menyapa hangat

mengulurkan tangannya yang berkilau

dalam hidupku, kau penjaga hatiku

manisku.

Soe Hok Gie

Thursday, July 14th, 2005

sosok seorang yang kuat, berprinsip. menuangkan segala isi kata pikirannya pada tulisan-tulisannya yang kemudian banyak dicetak di media2.

beberapa cuplikan kata dari diarinya

Seorang filsuf Yunani pernah menulis … “nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda”

ada juga puisi tuangan uneg2 nya yang romantis

“Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup “

Jakarta 19-7-1966

juga ada puisinya yang meneriakkan keinginannya akan suatu negara yang bersih tidak memihak

“Hari ini aku lihat kembali

Wajah-wajah halus yang keras

Yang berbicara tentang kemerdekaaan

Dan demokrasi

Dan bercita-cita

Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka

yang tanpa tentara

mau berperang melawan diktator

dan yang tanpa uang

mau memberantas korupsi

Kawan-kawan

Kuberikan padamu cintaku

Dan maukah kau berjabat tangan

Selalu dalam hidup ini? “